Contoh Teks Khutbah Jum'at Tentang Maulid Nabi SAW

Contoh Teks Khutbah Jum'at Tentang Maulid Nabi SAW Mempunyai kewajiban untuk menjadi khotib pada saat sholat jumat merupakan salah satu hal yang mungkin bisa dibilang susah susah gampang, karena memang syarat dan rukun kutbah gampang, tapi yang jadi susah adalah saat kita memilih tema apa yang akan kita bawa saat kita jadi khotib.

Memang tidak apa apa jika kita membawakan khutbah yang sama setiap kali kita jadi khotib, akan tetapi mungkin kurang enak dihati juga para jemaah jumat pasti akan merasa heran kenapa tiap kali kita jadi khotib, materi khutbah na itu itu aja, jadi terdengar tidak kreatif.

Dan yang paling baik dan paling pas menurut para ulama adalah, perkataan apa saja yang paling baik adalah pembicaraan yang pas dengan situasi kondisi. Jadi pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sedikit tulisan khutbah jumat tentang maulid nabi saw.

Contoh Teks Khutbah Jum'at Tentang Maulid Nabi SAW


Bagi yang membutuhkan silahkan disimak.

Khutbah Kesatu :


 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد
قال الله تعالى: اعوذبالله من الشيطان الر جيم
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا


Para Ahli Jum'at yang dirahmati Allah..!!
Selagi bayi Nabi SAW sesudah disusui oleh ibunya disusui oleh siti halimah assa'diyah, beliau dibawa ke kampung bani saad yang jauh dari kota yang masih bersih dari pengaruh budaya asing yang tida sehat di waktu beliau belajar berbicara mendengar bahasa arab puhso yang asli dan belum tercampur  bahasa muarrob(bahasa asing yang di pakai bangsa arab) sehingga beliau adalah orang yang paling pasih ber bahasa arab seperti sabda beliau yang artinya aku yang paling pasih dalam berkata dod.

empat tahun beliau diam di kampung bani saad terus pulang ke mekah ke ibunda dan eyang nya kurang lebih dua thn beliau di rawat oleh ibunya dan pada waktu usia enam thn beliau di bawa ke madinah untuk berjiarah ke enyang eyang nya dari ibu dan ke makam bapa nya sayid abduloh di kampung bani najar madinah pada perjalanan pulang ke madinah bertepatan ibu siti aminah sakit parah sampai meninggal jenajahnya di kubur di mala kota mekah jadi kanjeng nabi yatim piatu tida punya ibu dan bapa terus beliau di rawat oleh eyang nya abdul mutolib sampai umur delapan thn terus pada umur dua lima tahun beliau nikah pada siti hodijah dan mempunyai tujuh putra putri :

Enam dari Siti Khodijah :
1. Sayid kosim
2. Siti jenab
3. Siti rukoyah
4 Umu kulsum
5. Siti patimah
6. Sayid abduloh
Dan yang satulagi adalah sayid ibrohim dari mariyah qibtiyah.

Selaku hotib saya mengajak kkhusus nya pada diri saya sendiri dan kepada saudara semua pada umumnya mari kita samasama meningkat kan ketakwaan dan mahabah kepada keluarga rosululoh saw sabda rosul saw yang artinya keluargaku seperti kapal nabi nuh barang siapa yang menaiki kapal pasti selamat dan barang siapa yang ketinggalan pasti celaka kita harus beribadah dengan dasar mahabah cinta kasih serta rindu dan pasti kamu termasuk golongan yang bersyukur.dan jika tida mampuh maka harus dengan cara memaksakan diri serta niat berjuang pasti kamu akan termasuk golongan yang bersabar termasuk menuruti sunat saw akan terasa nimat jika didasari dengan mahabah kepada Rasulullah SAW.


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
 بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِيِمْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Contoh Teks Khutbah Jum'at Singkat Terbaru 2016 Tentang Bulan Safar

Contoh Teks Khutbah Jum'at Singkat Terbaru 2016 Tentang Bulan Safar Khutbah jumat adalah satu diantara dua rukun yang harus dikerjakan ketika melaksanakan sholat jumat, karena 2 khutbah jumat merupakan pergantian dari dua rakaat sholat waktu dhuhur. Jadi jika kita ingin sholat jumat sah, maka kita harur memperhatikan 2 khutbah nya.

Banyak sekali syarat sah khutbah yang harus diperhatikan, terutama oleh imam. Sebagai jamaah kita haru lebih teliti dalam memilih orang untuk dijadikan imam, jangan hanya menghargai karena dia sudah tua dan menjadi sesepuh di kampung, tapi kita haru memperhatikan keilmuan dan kemampuan mereka.

Karena yang menjadi syarat dia sah dijadikan imam atau khotib (orang yang khutbah) harus memahami ayat al qur'an yang dia bacakan dalam khutbah. Yang berarti jika imam tidak memahami itu maka khutbah nya tidak akan sah. Dan padakesempatan kali ini saya akan memberi sedikit coretan contoh khutbah jumat singkat tentang bulan safar, semoga coretan saya bisa memberi sedikit fahaman bagi jemaah dan imam.

Contoh Teks Khutbah Jum'at Singkat Terbaru 2016 Tentang Bulan Safar


Contoh Khutbah Jum'at Kesatu

الحمد لله رب العالمين, الحمد لله الذي أراد فقدر, وملك فقهر, وخلق فأمر وعبد فأثاب وشكر, وعصي فعذب وغفر, جعل مصير الذين كفرو إلي سقر, والذين اقو ربهم إلي جنات ونهر, ليجز الذين كفرو بما عملو, والذين امنوا بالحسنى
واشهد إن لا اله إلا الله, وحده لا شريك له, له الملك, وله الحمد, وهو علي كل شيء قدير
وأشهد أن سيدنا وحبيبنا وشفيعنا محمد عبد الله ورسوله وصفيه من خلقه وحبيبه
بلغ الرسالة وأدى الأمانة وكشف الظلمة وأحاط به الغمة وجاهد في الله حق جهاده حتى أتاه اليقين

Jemaah ahli jumat yang dirahmati Allah,
Dari jaman jahiliyah pada sebelum rasul diutus sampai sekarang masih ada yang mempunyai faham bahwa bulan safar itu bulan sial yang tidak baik dipakai nikah dan lain sebagainya, malah banyak pedagang yang menghubungkan bulan safar dan kemunduran dalam usahanya. Tentu saja hal ini adalah keyakinan dan sikap yang tidak ada dasarnya dari ajaran islam yang hakiki, sebab Rasul Saw dengan tegas membantah anggapan anggapan yang salah tadi melalui hadist yang artinya : Tidak ada penyakit menular, tidak ada akibat sial sebab dari burung dan tidak ada bulann safar.

:أما بعد
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا


Jemaah yang dirahmati Allah....

Tentu saja yang dibantah Rasul Saw itu adalah masalah aqidah bukan masalah adt kebiasaan, yang artinya tida boleh mempunyai tekad bahwa penyakit yang hakikatnya menular tapi semata mata itu adalah taqdir dari Allah yang maha suci. Tapi dalam segi usaha lahiriah (syari'at) kita tetap harus menjaga kebersihan dan kesehatan badan, tempat tinggal dan lingkkungan seperti hadist Nabi yang artinya : Kebersihan adalah sebahagian dari iman.

Kebersihan dari musyrik, dari dosa, dari kotoran dhohir dan batin. Mempunyai rasa sial (pesimis) disebabkan ada burung terutama seperti burung gagak, hal ini sangat salah menurut agama. Tapi manusia haru menuruti dan husnudzan (optimis) harus besar harapan tentunya dengan disertai waspada, takut dan berharap pada Allah Swt.

Tidak ada safat bukan berarti tidak ada bulan safar, melainkan tidak ada kesialan yang ditimbulkan oleh bulan safar. sesungguhnya untung dan rugi itu adalah kehendak Allah Swt, dan apabila kamu merasa sial, maka itu adalah akiba dari maksiat.

Bulan apa saja, hari apa saja bilamana dipakai maksiat itu akan sial, dan sebaliknya bulan apa saja, hari apa saja bila dipakai ibadah itu  akan berkah.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلانَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ
الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Mungkin itulah sedikit tulisan saya tentang khutbah jumat singkat bulan safar yang bisa saya bagikan tentang bulan safar, semoga bisa bermanfaat bagi siapa saja yang berkunjung ke blog ini.

Contoh Teks Khutbah Idul Adha Singkat Padat Terbaru 2016

Contoh Teks Khutbah Idul Adha Singkat Padat Terbaru 2016 Hari raya lebara idul adha atau suka disebut juga lebaran haji dan lebaran kurban adalah salah satu momenta yang sangat penting bagi kaum muslim di seluruh dunia. Karena pada bulan ini yaitu dzulhijjah terdapat satu sejarah yang sangat penting bagi Nabi Ibrahim AS, karena pada saat ini Allah meminta kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelin anaknya sendiri yaitu Nabi Ismail sebagai tanda cintanya kepada Allah.

Dan pada saat ini pula seluruh umat islam diseluruh dunia yang mempunyai bekal dan nasib sedang melaksanakan ibadah haji di makatul mukarramah dan madinatul munawwaroh. Juga yang tidak bisa mengerjakan ibadah haji disunnahkan untuk mengerjakan puasa sunnah yang bertepatan pada tanggal 8-9 dzulhijjah yang disebut puasa arafah dan tarwiyah.

Setelah melaksanakan puasa arafah dan tarwiyah kita menginjak pada moment yang diyunggu tunggu yaitu hari raya lebaran idul adha. Dan pada saat ini pula kita harur ikut mengerjakan sholat idul adha yang didalamnya sama dengan sholat hari raya idul fitri. Dan untuk tata caranya bisa anda lihat di : tata cara sholat idul adha.

Contoh Teks Khutbah Idul Adha Singkat Padat Terbaru 2016


Dan pada kesempatan kali ini saya insya alloh akan berbagi contoh teks khutbah idul adha singkat terbaru 2016. Silahkan disimak.


Ketauhidan Mengangkat Derajat Umat Manusia

Khutbah pertama:

اللهُ  اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (×3) اللهُ اَكبَرْ (×3 اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ بُكْرَةً  وَأصِيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ  اْلحَمْدُ اللهُ اَكْبَرْ ماتحرك متحرك  وارتـج. ولبى محرم وعـج. وقصد الحرم من كل فـج. وأقيمت فى هذا الأيام مناسك الحج.  اللهُ اَكْبَرْ (3×)   اَشْهَدُ اَنْ لاَ  اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ  اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.  اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ ومن تبع  دين محمد. وسلم تسليما كثيرا. فياايها المسلمون الكرام. اوصيكم ونفسى بتقوى الله.  واعلموا أن هذا الشهر شهر عظيم. وأن هذاليوم يوم عيد المؤمين. يوم خليل الله  إبراهيم أبو ألانبياء والمرسلين. اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ  حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Hadirin Jama’ah Idul Adha  Rahimakumullah,Alhamdulillah pagi ini kita dapat berkumpul menikmati  indahnya matahari, sejuknya hawa pagi sembari mengumandangkan takbir  mengagungkan Ilahi Rabbi dirangkai dengan dua raka’at Idul Adha sebagai upaya  mendekatkan diri kepada Yang Maha Suci. Marilah kita bersama-sama meningkatkan  taqwa kita kepada Allah swt dengan sepenuh hati. Kita niatkan hari ini sebagai  langkah awal memulai perjalanan diri mengarungi kehidupan seperti yang tercermin  dalam keta’atan dan ketabahan Nabi Allah Ibrahim as menjalani cobaan dari Allah  Yang Maha Tinggi.

Muslimin dan Muslimat yang dimuliakan  AllahHari ini ini adalah hari yang penuh berkah, hari yang sangat bersejarah  bagi umat beragama di seluruh penjuru dunia, dan bagi umat muslim pada  khususnya. Karena hari ini merupakan hari kemenangan seorang Nabi penemu konsep  ke-tuhidan dalam berketuhanan. Sebuah penemuan maha penting dijagad raya, tak  tertandingi nilainya dibandingkan dengan penemuan para santis dan ilmuan. Karena  berkat konsep ke-tauhidan yang ditemukan Nabi Allah Ibrahim, manusia dapat  menguasai alam dengan menjadi khalifah alal ardh. Setelah Nabi Allah Ibrahim as  menyadari bahwa Allah swt adalah The Absolute One, Dzat yang paling Esa, maka  semenjak itu juga umat manusia tidak dibenarkan menyembah matahari, menyembah  bintang, menyembah binatang, menyembah batu  dan alam. Ini artinya manusia telah  memposisikan dirinya di atas alam. Ajaran ke-Esa-an yang diprakarsai oleh Nabi  Allah Ibrahim telah mengangkat derajat manusia atas alam se-isinya.Ma’asyiral Muslimin RahimakumullahSesungguhnya  tidak berlebihan jika hari ini kita jadikan sebagai salah satu hari besar  kemanusiaan internasional yang harus diperingati oleh manusia se-jagad raya.  Oleh karena itu hari ini adalah momen yang tepat untuk mengenang perjuangan Nabi  Allah Ibrahim as dan upayanya menemukan Allah swt. Bagaimana beliau bersusah  payah melatih alam kebathinannya untuk mengenal Tuhan Allah Yang Paling  Berkuasa. Bukankah itu hal yang amat sangat rumit? Apalagi jika kita  membandingkan posisi manusia sebagai makhluk yang hidup dalam dunia kebendaan,  sedangkan Allah Tuhan Yang Maha Sirr berada ditempat yang tidak dapat dicapai  dengan indera? Bagaimana Nabi Allah Ibrahim bisa menemukan-Nya? Tentunya melalui  berbagai jalan thariqah yang panjang.  Melalui latihan dan penempaan jiwa yang  berat. Untuk itulah mari kita lihat rekaman tersebut dalam surat Al-An’am ayat  75-79

وَكَذَلِكَ  نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ  الْمُوقِنِينَ(75)  فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَبًا قَالَ هَذَا  رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ  (76)فَلَمَّا رَأَى  الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ  يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ (77)فَلَمَّا رَأَى  الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَذَا رَبِّي هَذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ  يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ(78)  إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ  لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ  الْمُشْرِكِينَ (79)

Dan  demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang  terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk  orang yang yakin. (75)Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang  (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia  berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam “ (76)Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia  berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata:  "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku  termasuk orang yang sesat." (77)Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia  berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu  terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang  kamu persekutukan (78)
Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb  yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan  aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan  (79)

Para Hadirin yang dimuliakan AllahJika  kita lihat dokumen sejarah yang termaktub dalam al-Qur’an di atas, hal ini  menunjukkan betapa proses pencarian yang dilakukan Nabi Allah Ibrahim as  sangatlah berat. Meskipun pada akhirnya Nabi Ibrahim berhasil menemukan Tuhan  Allah Rabbil Alamin, bukan tuhan suku dan bangsa tertentu, tapi Tuhan seru  sekalian alam. Tuhan yang senantiasa berada sangat dekat dengan manusia baik  ketika terpejam maupun ketika terjaga. Itulah sejarah terbesar yang dipahatkan  oleh Nabi Allah Ibrahim di sepanjang relief kehidupan umat manusia yang  seharusnya selalu dikenang oleh umat beragama.

Selain sebagai orang yang menemukan konsep  Ketuhaan. Beliau juga salah satu hamba tersukses di dunia yang mampu menaklukkan  nafsu dunyawi demi memenangkan kecintaannya kepada Allah Sang Maha Suci. Fragmen  ketaatan dan keikhlasannya untuk menyembelih Ismail sebagai anak tercinta yang  diidam-idamkannya, adalah bukti kepasrahan total kepada Allah swt. Bayangkan  saudara-saudara, Ismail adalah anak yang telah lama dinanti dan diidamkan,  Ismail adalah anak tercintanya namun demikian semua itu ditundukkan oleh Nabi  Ibrahim as demi memenangkan cintanya kepada Allah swt.Ma’asyiral  Muslimin RahimakumullahDua hal di atas yaitu penemuan Ibrahim atas ke-Esaan  Allah dan perintah penyembelihan terhadap anak tercinta merupakan satu  perlambang bahwa ruang di mana Nabi Allah Ibrahim as. hidup adalah garis batas  yang memisahkan antara kehidupan brutal dan kehidupan berpri-kemanusiaan.  Penyembelihan terhadap Ismail yang kemudian diganti dengan kambing merupakan  tanda bahwa semenjak itu tidak ada lagi proses penyembahan dengan cara  pengorbanan manusia (sesajen). Karena manusia adalah makhluk mulia yang tak  pantas dikorbankan secara cuma-cuma, meskipun dilakukan dengan suka rela. Allah  swt sendiri yang tidak memperbolehkannya, dengan Kuasa-Nya ia ganti Ismail  dengan seekor kambing. Itulah beberapa hal yang harus dikenang dari Nabi  Allah Ibrahim as. Sebagai umat manusia yang beriman dan beragama sudah  sewajibnya kita mengenang dan menteladani apa yang dilakukan Nabi Allah Ibahim  as seperti yang diterangkan dalam al-Baqarah 127:

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim  meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya  Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang  Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Dengan kata lain Allah swt menganjurkan  manusia untuk mengingat dan meneladai kehidupan Ibrahim terutama ketika Nabi  Allah Ibrahim as merawat dan merekontruksi ka’bah sebagai baitullah. Sehingga  berbagai ibadah dan ritual peyembahan kepada Allah swt menjadi kewajiban bagi  umat muslim sedunia yang mampu menjalankannya. Itulah ibadah Haji.
Para Jama’ah idhul adha yang  berbahagiaHaji meupakan salah satu ibadah yang sarat dengan simbol dan  perlambang. Oleh karena itu, jikalau ibadah haji dilaksanakan tanpa mengerti  makna yang tersimpan didalamnya sangatlah percuma, karena yang demikian itu  hanya menyisakan kelelahan belaka. Kelelahan yang kerontang tanpa kesadaran.

Kaum muslimin dan muslimat, meskipun saat  ini kita berada di sini, jauh dari tanah Haram, tidak berarti kita tidak bisa  meneladani Nabi Ibrahim. Karena keteladanan itu tidaklah bersifat fisik. Namun  sejatinya keteladanan itu berada dalam semangat yang tidak mengenal batas ruang  dan waktu. Keteladanan atas ibadah haji dapat kita terapkan dalam kehidupan  sehari-hari ketika kita berinteraksi dengan tetangga, teman, saudara dan umat  manusia pada umumnya.Saudara-saudaraku seiman dan setaqwa
Bila kita tengok bahwa haji dimulai dengan  niat yang dibarengi dengan menanggalkan pakaian sehari-hari untuk digantikan  dengan dua helai kain putih yang disebut dengan busana ihram. Maka ketahuilah  dibalik keseragaman ini tersimpan beragam makna. Pertama bahawa pakaian yang  selama ini kita pakai sehari-hari sangat menunjukkan derajat dan status sosil  manusia. Oleh karena itu, ketika seorang muslim telah berniat untuk haji dan  berniat menghadap-Nya maka segeralah tanggalkan pakaian itu dan gantilah dengan  busana Ihram yang serba putih, karena manusia di hadapan Ilahi Rabbi sejatinya  tidak berbeda.
Kedua, Pakaian itu tidak hanya apa yang kita  pakai namun juga identitas yang menyelimuti diri manusia hendaknya segera  diluluhkan ketika menghadap-Nya. Allah tidak akan pernah membedakan antara  peabat dan rakyat, antar penguasa dan hamba, antara pedagang dan nelayan. Semua  itu dimata Allah swt adalah sama. Seperti putihnya seragam yang membalut  raga.

المسلمون إخوة  لافضل لأحد على أحد إلابالتقوى (رواه الطبرانى)

Artinya, orang-orang Islam itu satu sama  lain bersaudara, tiada yang lebih utama seorangpun dari seorang yang lain,  melainkan karena taqwanya (HR. Tabhrani)
Ketiga, Pakaian itu adalah sifat manusia.  Ketika seorang muslim telah berniat menghadap Allah Sang Maha Kuasa, hendaklah  ia mencopot segala identitasnya. Baik identitas sebagai tikus, buaya, serigala  ataupun identitas sebagai kupu-kupu, merpati ataupu kasuwari. Artinya, segala  macam sifat yang melekat baik negative maupun positif sebaiknya dihilangkan.  Jangan pernah merasa sebagai apa-apa jikalau engkau menghadap-Nya.

Keempat, pakaian itu mengingatkan manusia  akan ketakberdayaannya. Nanti ketika menghadap Ilahi Rabbi manusia tidak membawa  apa-apa kecuali kain putih yang menemaninya. Sebagai pertanda bahwa sebaiknya  manusia hidup dengan sederhana, karena semua akan ditinggalkannya.
Ma’asyiral Muslimin  RahimakumullahSelanjutnya Thowaf mengelilingi ka’bah tujuh kali putaran  adalah perlambang kedekatan manusia dengan Sang Khaliq. Begitu harunya jiwa  manusia ketika lebur mendekatkan diri pada Baitullah, seolah ke-dirian manusia  hilang ditelan kebesaran-Nya. Thowaf dapat diartikan hilangnya diri terhanyut  dalam pusaran Energi keilahiyan yang tak terkira. Thowaf adalah simbol hablum  minallah yang hakiki, bahkan lebih dari itu. Tidak ada lagi habl penghubung  antara manusia dan Sang Khaliq. Karena keduanya telah menyatu.Kemudian sa’i  berlari kecil dari shofa ke marwah. Ini merupakan rangkaian setelah Thowaf yang  dapat diartikan sesuai perspketif sejarah. Ketika Siti Hajar Ibunda Nabi Ismail  ditinggal oleh Nabi Allah Ibrahim as. Maka ia pun harus bertarung mempertahankan  hidup ini dengan mencari air dari bukit Shofa ke Marwa. Kehidupan sarat dengan  perjuangan. Usaha menjadi suatu kewajiban bagi manusia. Tiada air yang turun  dari langit, namun air itu harus dicari sumbernya. Begitulah kehidupan di dunia  ini. Hidup itu suci dan harus dijaga seperti makna hafiah kata Shofa  yaitu  kemurnian dan kesucian sedangkan. Namun hidup itu juga cita-cita yang jumawa dan  penuh idealism seperti makna kata marwa yaitu kemurahan, memaafkan dan  menghargai.
Jika thowaf menggambarkan hubungan dan  kemanunggalan manusia dengan Sang Khaliq, maka sa’i menunjukkan bahwa kehidupan  haruslah dijalani sesuai dengan hukum kemanusiaan. Berinteraksi, berhubungan dan  berkomunikasi dengan sesame. Maka kehidupan ini haruslah menyeimbangkan antara  keilahiyahan dan keinsaniyahan.

Ma’asyiral Muslimin yang  berbahagiaSelain itu simbolisme dalam ibadah haji juga melekat pada Ka’bah  Baitullah. Di sana ada hijir Ismail yang berarti ‘pangkuan Ismail’. Di sanalah  seorang Ismail putera Ibrahim yang membangun Ka’bah pernah berada dalam pangkuan  sang Ibu Hajar, seorang wanita hitam yang miskin juga seorang budak. Dengan ini  Allah swt membuktikan bahwa seorang hamba pun dapat dimuliakanya dengan  memposisikan kuburnya disamping ka’bah baitullah. Itu semua karena ketaqwaannya.  Ketaqwaan Ibu Hajar yang mampu berhijrah menuju kebaikan dan kemuliaan.
Sedangkan padang Arafah sebagai tempat para  haji menunaikan wuquf merupakan ruang luas yang terhampar untuk memasak diri  seorang muslim hingga ia mengenal siapa jati dirinya sebagai manusia. Arafah  adalah ruang berintrospeksi diri, siapa, dari mana sosok diri itu dan hendak  kemana nantinya. Oleh karena itu ruang ini dinamakan arafah yang mempunyai satu  asal kata yang sama dengan ma’rifat yaitu mengeatuhi dan mengerti hakikat diri.  Diharapkan setelah diramu dalam padang arafah ini seorang diri bisa menjadi  lebih arif (bijaksana) dalam mengarungi kehidupan dan mempertimbangkan antara  kepentingan dunia dan akhirat seperti yang disimbolkan dalam thowaf dan  sa’i.

Dari Arafah menuju Muzdalifah guna  mempersiapkan diri dan mempersenjatainya melawan syaithan yang akan dihadapi  nanti di Mina. Manusia haruslah selalu waspada bahwa syaitan ada dimana-mana.  Karena itulah senjata pemusnahnya tidaklah sesuatu yang besar dan menakutkan.  Tetapi cukup dengan kerikil yang kecil sebagai simbol atas kesabaran dan  keteguhan hati.
Ma’asyiral MusliminDemikianlah uraian  dalam khutbah ini semoga ada manfaatnya bagi kita semua. Dan amrilah kita berdoa  kepada Allah swt semoga amal ibadah kita diterima. Semoga kita yang disini  diberikan kesempatan mengunjungi tanah haram di lain waktu, seperti cita-cita  kita semua. Dan semoga mereka yang berada di sana diberi keselamatan semua.  Amien

أعُوْذُ  بِاللهِ مِنَ الشَّيْطنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. إِنَّا  أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ  الْأَبْتَرُبَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ  فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ  السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ  الرَّحِيْمُ


Khutbah Kedua:

اللهُ  اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ  كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ  وَ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُاَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ  تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ  وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ  وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا  مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
اَمَّا بَعْدُ  فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا  نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ  بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ  تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا  الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ  عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ  سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ  اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى  بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ  وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ  عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ  اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ  اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ  وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ  اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ  اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ  الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ  وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ  عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ  عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى  اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا  اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ  اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ  وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ  وَاْلمُنْكَرِِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ  اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ
اللهِ اَكْبَرْ

Nah itulah artikel yang bisa saya bagikan tentang khutbah idul adha, semoga artikel diatas bisa bermanfaat dan memberi apa yang sedang anda cari.